Tampilkan postingan dengan label Dunia Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Islam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Mei 2012

Populasi Muslim Dunia Naik Pesat, Inilah Dua Faktor Penyebabnya


Populasi Muslim seluruh dunia naik pesat. Tahun 2010 lalu, jumlah pemeluk Islam sekitar 1,6 miliar jiwa. Berdasarkan riset Pew Research Center’s Forum on Religion & Public Life, pada 2030 jumlah Muslim diperkirakan akan mencapai 2,2 miliar jiwa. Dengan demikian, jumlah Muslim akan menjadi 35 persen dari total populasi dunia.

Menyikapi fenomena itu, Direktur Islamic Center Southern California, Imam Jihad Turk mengemukakan dua faktor utama yang menyebabkan populasi muslim meningkat pesat.

Pertama, faktor utama penyebab peningkatan jumlah Muslim adalah angka kelahiran tinggi di kalangan umat Islam.

"Tingkat kelahiran merupakan faktor utama yang memberikan sumbangsih," kata Turk seperti dikutip neontommy.com, Selasa (8/5).

Kedua, faktor utama penyebab peningkatan jumlah Muslim adalah berbondong-bondongnya non-Muslim memeluk Islam.

Turk menemukan, pernikahan menjadi salah satu "pintu" seseorang memeluk Islam.

"Faktor konversi lebih banyak karena pernikahan," ujar Turk.

Turk mencontohkan, Moises Gonzalez memeluk Islam setelah jatuh cinta kepada seorang Muslimah. Setelah masuk Islam, Gonzales tidak lagi mengkonsumsi babi dan alkohol. Turk juga mencontohkan Ti Miekel. Miekel yang sebelumnya tidak beragama, memilih masuk Islam saat bertemu suaminya yang seorang Muslim.

"Suamiku tidak pernah memintaku untuk memeluk Islam Jadi, keputusanku memeluk Islam atas pilihan pribadi," kenang Miekel yang kini merasakan ketenangan dengan berjilbab.

"Aku tidak memiliki masalah dengan tata cara berpakaian. Tapi aku melihat jilbab, sebuah pakaian yang memberikan kenyamanan," tambah Miekel. [IK/Rpb]

Senin, 07 Mei 2012

Inilah Tanggapan Resmi Hamas Soal Khalid Misy'al Diracun di Doha


Sejumlah situs memberitakan bahwa Kepala Biro Politik Hamas Khalid Misy’al, diracun di ibukota Qatar, Doha, baru-baru ini. Berita itu beredar bersamaan dengan absennya Khalid Misy'al yang sebelumnya aktif menjadi "corong" Hamas dalam berbagai media.

Bagaimana tanggapan Hamas terhadap berita itu? Hamas melalui anggota biro politiknya, Izat Rasyq, membantah kebenaran berita tersebut. “Tidak benar apa yang diberitakan beberapa situs berita bahwa saudara Khalid Misy’al mengalami upaya peracunan di ibukota Qatar akhir April itu,” kata Izat, Senin (7/5) petang.

Izat menegaskan, berita tersebut sama sekali tidak benar. Variasi berita yang berbeda-beda antara satu situs dengan situs lainnya menandakan bahwa berita itu tidak berdasar.

Salah satu situs yang menyebarkan Khalid Misy'al diracun adalah saluran televisi 10 milik Israel. Saluran itu mengklaim mendapatkan informasi dari sumber Yordania yang tidak disebutkan namanya, bahwa Kepala Biro Politik Gerakan Hamas Khalid Misy’al diracun pada akhir bulan April lalu dan dilarikan ke sebuah rumah sakit di Qatar.

Televisi Israel itu menjelaskan bahwa kondisi Misy’al parah dan memburuk, namun setelah menjalani pemantauan medis dan perawatan kondisinya mulai berangsur-angsur membaik. Saat ini, menurut media itu, Misy'al masih dalam penjagaan ketat dan pemantauan medis. [JJ/IP]

Komisi Fatwa Nasional Malaysia Keluarkan Fatwa Haram Demonstrasi, PAS Menolak


Komite Fatwa Nasional Malaysia mengeluarkan fatwa haram berdemonstrasi menggulingkan pemerintah terpilih. Fatwa itu terbit tak lama setelah Perdana Menteri Najib Razak mengatakan demonstrasi adalah upaya untuk menggulingkan pemerintah menjelang pemilihan umum.

“Membuat kerusuhan, menyebabkan gangguan dan merusak properti publik semua dilarang dalam Islam,” kata ketua Komite Fatwa Nasional Abdul Shukor Husin seperti dikutip BBC, Senin (7/5).

“Hal ini juga berlaku bagi segala niat untuk menggulingkan pemerintah terpilih dengan mengorganisir demonstrasi,” tambahnya.

Sebelumnya, puluhan ribu orang berunjuk rasa di Kuala Lumpur pada 28 April lalu, guna menuntut pemilihan umum yang bersih. Para demonstran terlibat bentrokan dengan polisi. Lebih dari 500 orang diamankan petugas dalam kerusuhan itu. Namun, sejumlah analis menduga, pemilu akan diundur menyusul aksi kerusuhan April tersebut.

Sementara itu, Partai Islam se-Malaysia (PAS) tidak menyetujui fatwa haram demonstrasi itu. PAS menilai Komite Fatwa Nasional Malaysia telah bertindak tidak adil dengan menyerukan umat Islam yang ikut ambil bagian dalam demonstrasi menuntut pemilu bersih April lalu untuk bertobat. PAS menduga, fatwa itu dibuat karena tekanan pemerintah.

"PAS juga setuju bahwa demonstrasi harus mempromosikan perdamaian dan tidak memicu kekerasan. Namun, saya merasa fatwa sengaja dibuat untuk melukiskan peristiwa yang terjadi selama demonstrasi Bersih dan mereka yang mengambil bagian dalam aksi tersebut," kata Wakil presiden PAS Salahuddin Ayub.

"Saya merasa fatwa itu dibuat karena tekanan dari atas," tambahnya. [AM/Bbc/EM/bsb]

Minggu, 06 Mei 2012

Mahasiswi Gaza Temukan Obat Anti Nyeri Tanpa Efek Samping


Satu lagi prestasi hebat pelajar Gaza lahir di tengah keterbatasan blokade kota jihad itu. Amani Abul-Qumsan (21), seorang mahasiswi asal Gaza, berhasil menemukan obat anti nyeri tanpa efek samping.

Mahasiswi semester tiga Fakultas Farmasi Universitas Al-Azhar di Kota Gaza itu, telah mendapatkan hak paten internasional atas penemuannya. Obat tersebut tergolong "istimewa" karena tidak menimbulkan efek samping terhadap jantung maupun otak. Karenanya ia dinilai sebagai 15 penelitian ilmiah terbaik di dunia.

Penemuan Amani tersebut juga akan disertakan dalam festival ilmu pengetahuan internasional di Amerika Serikat (AS), April 2013 mendatang.

Menurut Amani sendiri, penemuannya terinspirasi oleh kasus bayi yang lahir tanpa bisa merasakan apa pun, kecuali panas atau dingin.

"Bayi yang hanya dapat merasakan dingin atau panas biasanya memiliki gen keturunan cacat yang mengendalikan indera tubuh mereka. Ide tersebut kemudian muncul dalam benak saya untuk membuat obat baru berdasarkan teori itu," terang Amani.

Amani menambahkan, obat hasil penemuannya itu tidak menimbulkan efek samping terhadap organ tubuh lain. Obat itu juga berbeda dengan obat pengurang rasa sakit lain yang menghambat saluran sodium dalam tubuh manusia, sehingga sangat berpengaruh pada jantung dan otak pasien.

Sebelumnya, pelajar Gaza juga berhasil mengembangkan listrik tenaga surya untuk menerangi gedung-gedung pemerintahan, awal April lalu. Temuan yang kini terus dikembangkan itu diharapkan sebagai solusi atas krisis listrik yang melanda Gaza beberapa waktu terakhir. [IK/Rpb/YI]

Jumat, 04 Mei 2012

Indonesia Latih 1.000 Warga dan Pejabat Palestina


Ini dua lagi bukti Indonesia cinta Palestina. Pertama, Indonesia memberikan pelatihan bagi 1.000 warga dan pejabat Palestina. Kedua, Indonesia akan memperjuangkan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina dalam KTT Gerakan Non Blok (GNB) pertengahan 2012 nanti.

"Dukungan konkret lain dalam bentuk kerjasama peningkatan kapasitas pejabat Palestina. Kita komitmen akan memberikan pelatihan kurang lebih terhadap 1.000 warga dan pejabat Palestina di Indonesia dalam kurun waktu 5 tahun sejak 2008," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri, Michael Tene, dalam jumpa pers di Kemenlu, Jumat (4/5).

Tene menambahkan, sebagai persiapan dukungan atas perjuangan rakyat Palestina melalui KTT GNB di Iran nanti, Menlu Marty Natalegawa akan mengunjungi Mesir pada 9-10 Mei 2010 untuk menghadiri konferensi tingkat menteri luar negeri biro koordinasi GNB.

"Bagaimana saat kita menjadi tuan rumah maka pada pertemuan di Mesir ini, akan dibahas juga sikap Gerakan Non Blok terkait Palestina. Isu-isu Palestina terus menjadi isu yang selalu konsen disikapi oleh Gerakan Non Blok," jelas Tene.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan kepada Duta Besar Palestina untuk Indonesia Fariz Mehdawi bahwa Indonesia selalu aktif di dunia untuk mendukung kemerdekaan di Palestina.

Selain pemerintah, rakyat Indonesia juga aktif dalam mendukung kemerdekaan Palestina. Hampir setiap kali ada serangan besar Israel ke Palestina, rakyat Indonesia menggelar demonstrasi untuk memberikan pembelaan terhadap Palestina dan mengutuk penjajah Zionis Israel. Selain itu, berbagai bantuan dana, obat-obatan, dan lainnya juga dikirim ke Palestina. Bahkan, rakyat Indonesia melalui sejumlah ormas dan LSM juga mendirikan sekolah dan rumah sakit di Gaza, Palestina. [IK/Dtk/bsb]

Selasa, 17 April 2012

Umat Islam Paling Dermawan Dibanding Pemeluk Agama Lain


Pemeluk agama apa yang paling dermawan? Hasil survei the CNN Wire, London menunjukkan, diantara berbagai agama, umat Muslim memiliki persentasi kedermawanan tertinggi, sebesar 61 persen. Sedangkan Kristiani 24 persen, Budhis 20 persen dan Hindu 33 persen.

Survei pada 20 Juli 2011 itu juga mengungkapkan, Indonesia merupakan negara dengan tingkat kedermawanan bermotivasi agama tertinggi. Sebanyak 91 persen Muslim Indonesia paling dermawan dibanding Arab Saudi 71 persen dan Turki yang hanya 33 persen.

Menjelaskan hasil survei itu, mantan rektor IAIN Syarif Hidayatullah Azyumardi Azra mengatakan, terdapat beberapa faktor kedermawanan Muslim Indonesia. Pertama yakni meningkatnya kecintaan terhadap Islam. Kemudian, sekarang ini tiap tahun orang Indonesia yang umrah lebih dari lima juta orang. Ketiga, meningkatnya perekonomian Indonesia.

"Ekonomi Indonesia meningkat, ini dilakukan orang Islam mengingat 88,2 persen demografi Indonesia adalah Muslim," ujarnya saat diskusi Munas keenam Forum Zakat, Selasa (17/4).

Keempat, meningkatkan pertumbuhan kelas menengah Muslim di Indonesia. Kelas menengah adalah mereka yang berpendidikan minimal strata S1, memiliki pekerjaan tetap, mampu menyekolahkan anak, serta mampu liburan sekali atau dua kali setahun.

Selain itu, sifat kedermawanan Muslim Indonesia ini pun meningkat saat bulan Ramadhan, meskipun mereka dari kalangan tidak mampu.

"Walaupun susah, masyarakat Indonesia memiliki keinginan memberi yang tinggi, terutama saat bulam Ramadhan," ujarnya. [IK/Rpb]

Selasa, 10 April 2012

Parlemen Mesir Larang Antek Mubarak Nyapres


Parlemen Mesir agaknya tak ingin revolusi dibajak oleh rezim Mubarak yang telah digulingkannya. Parlemen yang didominasi Ikhwanul Muslimin itu menyepakati sebuah Rancangan Undang-Undang (RUU) pada Selasa (10/4) kemarin yang melarang unsur-unsur rezim Mubarak mencalonkan diri sebagai presiden.

RUU itu sekaligus menjawab keresahan masyarakat atas munculnya mantan kepala intelijen Omar Suleiman dan mantan Perdana Menteri Ahmad Syafiq yang mengumumkan bahwa mereka akan maju dalam pencalonan presiden Mesir.

Sejauh ini, menurut Komisi pemilihan Mesir, 23 orang telah terdaftar untuk maju dalam pemilu presiden pertama negara itu sejak jatuhnya Mubarak pada Februari 2011 lalu.

Meskipun daftar calon belum final, kemunculan Khairat As Syatir yang diajukan Ikhwanul Muslimin telah menghangatkan iklim politik Mesir. Syatir yang seorang taipan bisnis sekaligus wakil mursyid Ikhwanul Muslimin diprediksi banyak kalangan akan memenangi pilpres 23 Mei mendatang.

Di lain pihak, pejabat pemerintah Zionis Israel mengungkapkan negaranya khawatir dengan majunya Syatir yang dijuluki "Erdogan Arab" itu. [AM/EM/bsb]

Rabu, 04 April 2012

Vodka Kazakhstan Cantumkan Lafadz Allah, Umat Islam Marah


Muslim Kazakhstan marah besar kepada produsen minuman beralkohol di negara itu. Pasalnya, minuman beralkohol itu mencantumkan lafadz 'Allah' pada labelnya.

Imam masjid Kota Semey, Bekzat Boranbaiuly, menuntut produsen vodka itu meminta maaf kepada umat Islam di Kazakhstan atas penghinaan tersebut.

"Ini penghinaan, dimana Islam secara tegas melarang minum alkohol," ujarnya seperti dilansir Washington Post, Rabu (4/4).

Dalam laporan media lokal, Selasa (3/4) malam merek Vodka terbaru, tersedia di berbagai toko di utara kota Semey Kazakhstan. Pada label minuman Vodka tersebut bertuliskan “The Power of Allah Suffices for All" (Kuasa Allah sudah cukup untuk Semua).

Kazakhstan merupakan negara bekas jajahan Soviet di kawasan Asia Tengah. Menurut sensus nasional 2009, 70% penduduk Kazakhstan beragama Islam, terutama dari etnis Kazakh, yang merupakan penduduk mayoritas Kazakhstan dari keturunan kabilah Turki dan Mongol. Islam disebarkan ke negeri itu oleh utusan Khilafah Islam pada abad ke-8 Masehi, seiring dengan dakwah Islam di Asia Tengah.

Namun, negara ini memiliki minoritas bangsa Slavia yang jumlahnya cukup banyak dan memiliki budaya mengkonsumsi vodka. [IK/Rpb/Arr]

Senin, 02 April 2012

Abdul Maqsud: Para Tokoh Salafi Dukung Capres dari Ikhwan


Komunitas Salafi di Mesir ternyata tidak hanya memiliki satu pendapat dalam masalah capres. Jika sebelumnya salah seorang tokoh Salafi Mesir, Abdurrahman Abdul Khalik, menyatakan tidak halal mendukung Syatir, Syeikh Abdul Maqsud mengatakan sebaliknya.

Tokoh komunitas Salafi Kairo itu mendukung pencalonan wakil mursyid am Ikhwanul Muslimin, Khairat As Syatir, sebagai capres untuk pemilu presiden 23 Mei mendatang. Ia juga menyatakan, para tokoh salafi mendukung Syatir dan berharap pencalonannya bisa menjadi wasilah kebangkitan Islam.

"Sesungguhnya para tokoh besar Salafiyah mendukung pencalonan Khairat As Syatir untuk presiden. Dan mereka menegaskan bahwa ia bisa menjadi wasilah untuk mewujudkan kebangkitan Islam,” kata Abdul Maqsud kepada Ikhwan Online, Senin (2/4).

Abdul Maqsud menambahkan, para tokoh Salafi gembira dengan keputusan Ikhwan, sebagaimana usulan komunitas salafi sebelumnya. Ia juga mengkritik aktifis Islam yang menolak pencalonan Syatir.

"Di mana kami mengharapkan agar di hari-hari terakhir kami meminta Ikhwan agar memiliki capres", ujar tokoh yang juga aktif di Partai Al Fadhilah itu.

"Seruan untuk menentang As Syatir bisa dipahami jika datang dari pihak Liberal namun tidak bisa dipahami jika datang dari pihak Salafiyun," imbuhnya.

Akhir pekan lalu, Ikhwanul Muslimin mengumumkan mencalonkan wakil mursyidnya, Khairat As Syatir, untuk bertarung dalam Pemilu Presiden Mesir, 23 Mei mendatang. Pencalonan ini disambut gembira sejumlah kalangan di Mesir, namun pihak liberal tidak menyukainya. Sedangkan di luar negeri, pemerintah Zionis Israel cemas dengan dimajukannya Syatir yang dijuluki "Erdogan Arab" itu dalam pemilu presiden tahun ini. [IK/Hdy/bsb]

Meski Urung Masuk Al Quds, GMJ Berhasil Capai Tiga Target Utama

Meskipun peserta GMJ tak bisa memasuki Al Quds karena represifnya pemerintah Zionis Israel, Jum'at lalu (30/3), konvoi global yang diikuti 80 negara itu berhasil mencapai tiga target utamanya.

Kordinator Umum GMJ di Yordania, Ribhi Halloum, mengungkapkan, target pertama GMJ adalah meletakkan dasar-dasar yang kuat bagi kegiatan GMJ selanjutnya. Selain pawai damai ke perbatasan oleh aktifis internasional, kegiatan GMJ adalah aksi duduk diam yang digelar di negara-negara yang berbatasan dengan Palestina, seperti Yordania, Lebanon, Suriah dan Mesir.

Target kedua GMJ adalah menegaskan kepada dunia bahwa Israel adalah penjajah. Di dalam negeri, warga Palestina mengikuti GMJ dengan demonstrasi dan konfrontasi berhadap-hadapan dengan Israel.

"Target kedua ini untuk terus mengkampanyekan bahwa Palestina bukan lagi urusan rakyat Palestina semata, tapi sudah menjadi persoalan global, dan ini terbukti dengan keikusertaan lebih dari 80 negara di seluruh dunia dalam aksi GMJ," kata Halloum.

Target ketiga GMJ adalah menunjukkan bahwa rezim Israel, seberapa lamapun bertahan, pada akhirnya akan lenyap juga karena ia menjajah Palestina. Agaknya, sinyal ini telah ditangkap Israel dengan ketakutannya sehingga mensiagakan kekuatan militernya di perbatasan.

Aksi GMJ Jum'at lalu itu berakhir pukul 17:00 waktu setempat. Panitia tidak memaksa masuk Al Quds setelah mengetahui reaksi keras Israel yang represif terhadap gerakan GMJ. Israel mengerahkan pasukan militer dan polisinya untuk berjaga-jaga di perbatasan, dan menutup total wilayah Tepi Barat selama satu hari penuh. [AM/Knr/bsb]

Minggu, 01 April 2012

Anak-anak Cerdas Palestina Berhasil Kembangkan Listrik Tenaga Surya


Di tengah krisis listrik yang melanda Gaza, anak-anak cerdas Palestina di kota itu berhasil mengembangkan listrik tenaga surya dengan potensi lokal yang ada. Demikian juru bicara Kementrian Dalam Negeri, Ihab Gasin, mengatakan.

“Hari ini, di tengah krisis bahan bakar dan terputusnya listrik, anak-anak Palestna yang cerdas dan inovatif berupaya menerangi kegelapan blokade dan kegelapan Jalur Gaza melalui energi alternatif, dengan menghasilkan listrik dari energi matahari di bawah supervisi dan arahan Menteri Dalam Negeri dan Keamanan Nasional Fathi Hamad. Karena itu kami katakana kepada seluruh dunia dan penjajah Zionis Israel, serta kepada para konspirator dan pengikutnya, setiap kali kalian memperketat blokade pada kami, maka akal kami yang jernih akan senantiasi mengawasi kalian, kalian telah turut andil dalam kebangkitan obsesi kami dan menghasilkan potensi inovasi kami,” kata Gasin seperti dikutip InfoPalestina, Ahad (1/4).

“Hari ini kami berkumpul di kota Bisan, yang merupakan potret lain dari potret inovasi Palestina, untuk menyampaikan kepada kalian apa yang dihasilkan para insinyur kementerian dalam negeri, dengan akal dan tangan Palestina yang murni, hasil energi listrik dan tenaga matahari,” imbuhnya.

Gasin juga menambahkan, bahwa capaian ini menegaskan kepada rezim Zionis Israel bahwa Palestina tidak akan menyerah pada penjajahan dan blokade. Untuk saat ini, tenaga surya telah mampu menerangi sejumlah instansi di Jalur Gaza. Pada masa berikutnya, inovasi-inovasi baru akan semakin menyempurnakan hal ini sebagai solusi listrik di Palestina.

“Keberhasilan ini adalah pesan kepada penjajah dan konspirator yang memblokade Gaza, bahwa rakyat Palestina tidak akan rukuk dan tunduk pada provokasi politik mereka. Setiap kali blokade diperketat bahwa semakin bertambah inovasi kami dan kegigihan kami untuk melawan dan teguh pendirian,” tegas Gasin. [IK/IP/bsb]

Ikhwanul Muslimin Ajukan Capres, Israel Cemas


Ikhwanul Muslimin, pergerakan Islam yang menjadi kekuatan utama penggerak revolusi, akhirnya mengajukan calon presiden (capres) untuk bertarung dalam Pemilu Presiden Mesir, 23 Mei mendatang.

Ikhwanul Muslimin mengajukan Wakil Mursyidnya, Prof Dr Ing Khairat As Syatir, untuk merebut posisi orang nomor satu di negeri piramida itu.

Mursyid Ikhwanul Muslimin, Muhammad Badi, mengumumkan pencalonan Syatir setelah terpilih dalam pemilihan tertutup anggota Majelis Syura, Sabtu (31/3). Badi juga menjelaskan, setelah resmi diajukan sebagai capres, Syatir akan mengundurkan diri dari jabatan Wakil Mursyid Ikhwanul Muslimin, namun tetap sebagai anggota majelis syura.

Sekretaris Jenderal Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP) Ashur Al Hilwani, menjelaskan bahwa di kalangan Ikhwanul Muslimin sendiri terjadi beda pendapat mengenai capres, namun itu merupakan dinamika dalam demokrasi.

"Perbedaan pendapat itu biasa dalam kehidupan demokrasi. Pengajuan capres itu merupakan hasil dari renungan panjang dan keputusan yang strategis," katanya.

Pengajuan capres dari Ikhwanul Muslimin ini dilakukan di tengah perselisihan hebat di antara kekuatan politik dalam penyusunan konstitusi baru. Perselisihan meruncing, terutama dengan penolakan yang dilancarkan kalangan sekuler karena diasumsikan bahwa kubu Islam yang mendominasi 72 persen kursi parlmen akan dapat menyeret Mesir menjadi negara Islam.

Sementara itu, Israel menunjukkan tanda-tanda kecemasannya mengetahui Ikhwanul Muslimin mengajukan calon presiden. Salah seorang pejabat pemerintah mengungkapkan bahwa keputusan Ikhwanul Muslimin untuk mengajukan Syatir sebagai perkara yang mengkhawatirkan.

”Jelas, bahwa hal itu bukan berita bagus," katanya kepada New York Times seperti dikutip harian Al Ahram Mesir (1/4).

"Ikhwan bukan sahabat kami dan tidak mengharapkan kebaikan pada kita," tambahnya.[IK/Ant/bsb]