Rabu, 09 Mei 2012

Doa Istikharah


Berikut ini adalah Doa Istikharah, yang merupakan bagian dari rubrik Kumpulan Doa-Doa.

DOA ISTIKHARAH

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ ، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ خَيْرٌ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاقْدُرْهُ لِى وَيَسِّرْهُ لِى ثُمَّ بَارِكْ لِى فِيهِ ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ شَرٌّ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاصْرِفْهُ عَنِّى وَاصْرِفْنِى عَنْهُ ، وَاقْدُرْ لِى الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِى
(Alloohumma innii astakhiiruka bi'ilmika, wa astaqdiruka biqudrotika, wa as-aluka min fadhlikal adhiim, fainnaka taqdiiru wa laa aqdir, wata'lamu wa laa a'lam, wa Anta 'allaamul ghuyuub. Alloohumma in kunta ta'lamu anna haadzal amro khoirun lii fii diinii wa ma'aasyii wa 'aaqibati amrii faqdurhu lii wayassirhu lii tsumma baarikli fiih. Wa in kunta ta'lamu anna haadzal amro syarrun lii fii diinii wa ma'aasyii wa 'aaqibati amrii fashrifhu 'annii washrifnii 'anhu, waqdurliyal khoiro haitsu kaana tsumma rodldlinii)

Artinya :
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan kepada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kekuasaan-Mu (untuk menyelesaikan urusanku) dengan kodrat-Mu, dan aku memohon kepada-Mu sebagian karunia-Mu yang agung, karena sesungguhnya Engkau Mahakuasa sedangkan aku tidak berkuasa, Engkau Mahatahu sedangkan aku tidak tahu, dan Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib.
Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini untukku, dalam agamaku, kehidupanku, dan akibatnya bagiku, maka takdirkanlah dan mudahkanlah urusan ini bagiku, kemudian berkahilah aku dalam urusan ini.
Dan jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk untuk diriku, dalam agamaku, kehidupanku, dan akibatnya bagiku, maka jauhkanlah urusan ini dariku, dan jauhkanlah aku dari urusan ini, dan takdirkanlah kebaikan untukku di mana pun, kemudian jadikanlah aku ridha menerimanya.

Keterangan :
Doa ini diambil dari hadits riwayat Al Bukhari. Doa ini diucapkan setelah shalat istikharah, yakni dua raka'at.


Demikian Doa Istikharah. Doa-doa lainnya bisa diklik di Kumpulan Doa-Doa

Bakar Diri, "Tuhan" dari Rusia Tak Tahan Api, Lalu Mati


Seorang Anggota sekte Kesaksian Yehovah yang sebelumnya mengaku tuhan membakar dirinya sendiri. Akibatnya, laki-laki berusia 43 tahun itu menderita luka bakar parah dan kemudian meninggal. Demikian aparat kemanan Rusia menegaskan, Rabu (9/5).

Salah satu sumber menyebutkan bahwa warga Moskow yang mengaku tuhan itu menuangkan bensin ke tubuhnya sendiri kemudian menyalakannya dengan api. Ia dilarikan di rumah sakit dalam kondisi menderita luka bakar yang sangat parah, hingga akhirnya meninggal di ruang ICU rumah sakit terdekat.

Aparat kemanan mulai melakukan penyelidikan atas kasus ini. Anak pelaku mengatakan bahwa pelaku memang anggota sekte Kesaksian Yehovah dan sebelumnya mengaku sebagai tuhan.

Sekte Kesaksian Yehovah, seperti yang dianut lelaki pengaku tuhan itu, memiliki anggota sekitar 7 juta di seluruh dunia. Ajarannya telah dilarang oleh sejumlah negara seperti Rusia, China, Korut, Tajikistan, Turkmenistan, Iran serta negara-negara Arab. [IK/Hdy]

Doa Setelah Adzan


Berikut ini adalah Doa Setelah Adzan, yang merupakan bagian dari rubrik Kumpulan Doa-Doa.

DOA SETELAH ADZAN

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِى وَعَدْتَهُ
(Alloohumma Robba haadzihid da'watit taammah, washsholaatil qoo'imah, aati Muhammadinil wasiilata wal fadhiilah, wab'atshu maqoomam mahmuudanil ladzii wa'adtsah)

Artinya :
Ya Allah, Rabb Pemilik panggilan yang sempurna dan shalat yang didirikan, Karuniakanlah kepada Muhammad wasilah, keutamaan, kemuliaan dan derajat yang tinggi. Dan bangkitkan beliau sehingga bisa menempati maqam terpuji yang telah Engkau janjikan.

Keterangan :
Doa ini diambil dari hadits riwayat Al Bukhari dan Muslim. Doa ini diucapkan setelah mendengar adzan, baik sebagai muadzin maupun orang yang mendengar adzan.

Keutamaan:
Keutamaan doa setelah adzan tersebut adalah, orang yang membacanya akan mendapatkan syafa'at Nabi pada hari kiamat kelak. Rasulullah SAW bersabda :
مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ النِّدَاءَ اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Barangsiapa setelah mendengar adzan berdoa "Alloohumma Robba haadzihid da'watit taammah, washsholaatil qoo'imah, aati Muhammadinil wasiilata wal fadhiilah, wab'atshu maqoomam mahmuudanil ladzii wa'adtsah" ia akan mendapatkan syafaatku pada hari kiamat.” (HR. Al-Bukhari)

Demikian Doa Setelah Adzan. Doa-doa lainnya bisa diklik di Kumpulan Doa-Doa

Selasa, 08 Mei 2012

Dakwah Kampus dalam Dimensi Ruang dan Waktu


Dakwah dari masa ke masa menjadi perjalanan yang begitu indah untuk diselami dan ditapaki. Mencermati jejak–jejak dakwah kampus memang memberikan inspirasi tersendiri bagi Aktivis Dakwah Kampus (ADK). Tak terkecuali dakwah kampus di UNSRI.

Dakwah kampus di UNSRI dalam dua tahun belakangan ini menunjukkan gerak yang sangat signifikan dan peran yang sangat penting dalam kemajuan Islam di kampus. Agenda dakwah yang membumikan Islam sebagai ideologi perlu ditanamkan dalam setiap lini kehidupan mahasiswa.

Para ADK perlu mencermati dan memanfaatkan peluang-peluang dakwah di kampus UNSRI. Terlebih, UNSRI kini memiliki peran di dunia internasional -khususnya di ASEAN- dengan gerak nyata melalui kerjasama UNSRI dengan perguruan tingggi di Thailand dan Negara ASEAN lainnya. Pertukaran mahasiswa dan pengenalan budaya antara UNSRI dengan kampus-kampus ASEAN memberikan ruang yang sangat luas kepada mahasiswa untuk mengembangkan potensinya. Fakta itu juga menuntut ADK untuk mengembangkan pola dakwahnya, sehingga semua lini dakwah mampu digerakkan secara optimal.

Pada tahun 2011–2012, perjalanan dakwah kampus UNSRI mengalami kemajuan baik dalam program dakwah maupun akselerasi kader yang menduduki peran strategis dan pengambilan kebijakan kampus. Bahkan mereka yang diamanahi di pos-pos strategis itu adalah ADK tahun kedua atau semester empat. Penempatan itu memang memerlukan penjagaan khusus (ri'ayah khas) bagi kader itu sendiri, sekaligus butuh persiapan yang matang. Tidak mudah membangun akselerasi dakwah untuk pertama kalinya.

Gerak dakwah harus melintasi seluruh penjuru dalam dimensi ruang dan waktu. Dakwah harus disuarakan bukan hanya kepada mahasiswa. Bahkan dosen dan guru besar pun perlu didekati, agar mereka merasakan indahnya dakwah dan bersama-sama memperjuangkannya. Hal yang terpenting dalam membawa ideologi Islam adalah dengan kekuatan iman, ilmu dan prestasi sehingga dakwah mampu menembus ke wilayah–wilayah yang dulunya sulit dijangkau.

Agar mampu menembus ruang dan waktu, dakwah perlu membangun pola pengkaderan yang kokoh. Dengan banyaknya personil yang terjaring menjadi ADK, maka upaya melebarkan sayap dakwah akan menjadi semakin mudah. Berikutnya, pemetaan (mapping) kader perlu dilakukan dengan tepat. Misalnya kader di setiap fakultas dan setiap jurusan terpetakan mulai potensi hingga muyul-nya.

Mengambil contoh di UNSRI, FMIPA memiliki enam jurusan yaitu matematika, fisika, biologi, kimia, kelautan dan farmasi. Setiap jurusan mempunyai penanggung jawab yang menjadi koordinir gerak dakwah jurusan. Fungsi kader ADK sebagai koordinator jurusan yaitu membuat peta kader dalam memasuki kerja dakwah jurusan. Misalnya menjadi asisten, menjadi pengurus di himpunan mahasiswa jurusan ( HMJ ), mengelola Study Club, English Club, Research Club dan koordinator asisten (KOAS). Dengan mapping semacam ini, dakwah relatif lebih mampu mengkondisikan geraknya dalam membangun kerja–kerja besar dakwah menuju masyarakat yang Islami.

Mari kita rapatkan barisan untuk membangun gerak nyata dakwah, dengan mulai memaksimalkan gerak dakwah kita sebagai kader, dalam setiap ruang dan waktu. I am a Muslim and Islam is My Choice.[]


Penulis : Beni Saputra
Mahasiswa Fisika FMIPA UNSRI
Pegiat KAMMI Al Quds UNSRI

Populasi Muslim Dunia Naik Pesat, Inilah Dua Faktor Penyebabnya


Populasi Muslim seluruh dunia naik pesat. Tahun 2010 lalu, jumlah pemeluk Islam sekitar 1,6 miliar jiwa. Berdasarkan riset Pew Research Center’s Forum on Religion & Public Life, pada 2030 jumlah Muslim diperkirakan akan mencapai 2,2 miliar jiwa. Dengan demikian, jumlah Muslim akan menjadi 35 persen dari total populasi dunia.

Menyikapi fenomena itu, Direktur Islamic Center Southern California, Imam Jihad Turk mengemukakan dua faktor utama yang menyebabkan populasi muslim meningkat pesat.

Pertama, faktor utama penyebab peningkatan jumlah Muslim adalah angka kelahiran tinggi di kalangan umat Islam.

"Tingkat kelahiran merupakan faktor utama yang memberikan sumbangsih," kata Turk seperti dikutip neontommy.com, Selasa (8/5).

Kedua, faktor utama penyebab peningkatan jumlah Muslim adalah berbondong-bondongnya non-Muslim memeluk Islam.

Turk menemukan, pernikahan menjadi salah satu "pintu" seseorang memeluk Islam.

"Faktor konversi lebih banyak karena pernikahan," ujar Turk.

Turk mencontohkan, Moises Gonzalez memeluk Islam setelah jatuh cinta kepada seorang Muslimah. Setelah masuk Islam, Gonzales tidak lagi mengkonsumsi babi dan alkohol. Turk juga mencontohkan Ti Miekel. Miekel yang sebelumnya tidak beragama, memilih masuk Islam saat bertemu suaminya yang seorang Muslim.

"Suamiku tidak pernah memintaku untuk memeluk Islam Jadi, keputusanku memeluk Islam atas pilihan pribadi," kenang Miekel yang kini merasakan ketenangan dengan berjilbab.

"Aku tidak memiliki masalah dengan tata cara berpakaian. Tapi aku melihat jilbab, sebuah pakaian yang memberikan kenyamanan," tambah Miekel. [IK/Rpb]

Kedatangan Irshad Manji Musibah, Pesantren Ulul Albab Qunut Nazilah


Kedatangan feminis Kanada yang juga dikenal pegiat lesbian, Irshad Manji di Indonesia dinilai sebagai musibah dan fitnah oleh Pondok Pesantren Mahasiswa dan Sarjana (PPMS) Ulil Albab Bogor. Karenanya, pesantren itu mengadakan qunut nazilah, untuk memohon perlindungan Allah dari musibah itu.

Qunut nazilah pada shalat Maghrib, Selasa (8/5) malam, dipimpin oleh Imam Masjid al-Hijri Universitas Ibn Khaldun Bogor, KH. Dr. Ahmad Alim, MA. Usai shalat Maghrib, Ahmad Alim menjelaskan sejumlah musibah dan fitnah yang menimpa umat Islam Indonesia, seperti usaha legalisasi paham Kesetaraan Gender di DPR, dan juga didatangkannya tokoh lesbi Irshad Manji.

Ahmad Alim menjelaskan, “Qunut” secara bahasa adalah suatu doa di dalam shalat pada tempat yang khusus dalam keadaan berdiri. Sedangkan Nazilah artinya malapetaka atau musibah yang turun menimpa kaum muslimin dalam bentuk gempa, banjir, peperangan, penganiayaan, fitnah perusakan aqidah dan sebagainya. Jadi Qunut Nazilah adalah qunut yang dipanjatkan pada saat terjadi musibah. Musibah di sini mencakup segala bentuk musibah yang menimpa kaum Muslimin baik musibah fisik maupun non fisik termasuk tersebarnya pemikiran menyimpang yang merusak umat.

Kedatangan Irshad Manji juga dirisaukan oleh KH. Hasyim Muzadi. Mantan Ketua Umum PBNU itu mengungkapkan, diskusi buku Irshad Manji, "God , Liberty, and Love" di Salihara adalah salah satu upaya menuju legalisasi perkawinan sejenis. [IK/Hdy/bsb]

Jangan Ceritakan Wanita Lain Pada Suamimu


Islam itu indah. Keluarga dalam Islam itu indah. Islam ingin menjaga keluarga agar tetap indah. Islam memberikan tuntunan agar suami hanya mencintai istrinya, dan istri hanya mencintai suaminya. Islam juga memberikan tuntunan agar istri menjaga cinta suaminya, tanpa “tergoda” oleh “cinta” wanita lainnya. Diantaranya adalah, larangan menceritakan keadaan/sifat detail wanita lain kepada suami tercinta.

Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak boleh seorang wanita memperhatikan wanita lain, lalu ia menceritakan sifatnya (secara detail) kepada sang suami, seolah ia melihatnya secara langsung.” (HR. Bukhari)

Ibnu Hajar Al Asqalani ketika menjelaskan hadits ini dalam Fathul Baari mengatakan bahwa diantara hikmahnya adalah dikhawatirkan suami menjadi tertarik terhadap wanita yang diceritakan itu, hingga akan menimpakan fitnah bagi wanita yang menceritakan dan yang diceritakan.

Dr. Muhammad Ali Hasyimi dalam bukunya Syakhshiyah Al-Mar'ah Al-Muslimah menjelaskan, wanita dilarang menceritakan detail wanita lain kepada suaminya karena Islam menginginkan agar setiap jiwa hidup tenang, setiap hati merasa damai, tidak terganggu pikiran atau hayalan yang menggoda. Islam mengharapkan setiap orang menjalani hidupnya dengan damai, tentram, tidak terbebani; mudah beramal dan beraktifitas, pikirannya tidak sibuk membandingkan istrinya dengan wanita lain, konsentrasinya tidak terganggu dengan hiasan palsu, jiwanya tak goyah, kompetensinya tak terganggu akibat memikirkan kata-kata “imajinasi” yang dapat menjerumuskan dirinya ke dalam jurang fitnah dan kesesatan.

Maka engkau, wahai para istri, berhentilah berkata kepada suamimu: “Si fulanah itu bang, orangnya putih, hidungnya mancung, cerdas pula,” dan sejenisnya.

Kadang ada juga istri yang tanpa sengaja membandingkan wanita lain agar suami membelikan sesuatu atau memberikan nafkah lebih banyak: “Si bunga itu Mas, sekarang makin anggun. Soalnya jilbabnya bermerek X, jubahnya beli di Y, dan kosmetiknya Z. Sekarang ia juga memakai cincin baru model XYZ. Mas kan pingin aku cantik, beliin dong.”

Ibunda kaum mukminin Aisyah Radhiallahu 'anha sangat khawatir terhadap perkara tersebut, sehingga ia mewanti-wanti para wanita yang menemuinya: “Jangan sekali-kali engkau ceritakan keadaanku kepada suamimu" (Diriwayat Ibnu Abi Syaibah dalam Kitab Al-Mushannaf dengan sanad shahih).[AN]